Belum Registrasi Prabayar? Tenang, Masih Ada Kesempatan




Tanggal 28 Februari 2018 yang lalu menjadi tenggat terakhir bagi para penguna katu prabayar untuk mendaftarkan ulang nomornya dengan nomor identitas. Namun demikian, meskipun sudah melewati batas tenggat akhir pendaftaran, bagi Anda yang masih belum melakukan registrasi masih bisa sedikit berlega hati. Pasalnya, Anda masih memiliki kesempatan untuk mendaftarkan nomor Anda hingga Mei mendatang.

Ya, 28 Februari 2018 memang menjadi tenggat waktu untuk tahap pertama pendaftaran kartu SI prabayar. Di mana, setelah tenggat waktu tahap pertama ini berakhir, para pengguna maih memiliki tenggat waktu tahap kedua yang akan berakhir 1 Maret 2018. Namun demikian, bagi Anda yang telat mendaftarkan kartu pada tahap pertama akan terkena sangsi berupa pemblokiran panggilan keluar dan berkirim SMS. Nantinya sangsi ini akan dicabut jika Anda melakukan pendaftaran ulang dalam kurun waktu tahap kedua.

Jika sampai berakhirnya tenggat waktu tahap kedua pendaftaran ulangĀ  31 Maret 2018 Anda masih belum melakukan pendaftaran, maka pada tanggal 1 April 2018 kartu Anda akan mendapatkan sangsi berupa pemblokiran layanan panggilan masik maupun keluar dan juga SMS masuk maupun keluar. Namun demikian, Anda masih memiliki kesempatan mendaftar terakhir pada tahap ketiga yang akan berlaku dari 1 April hingga 30 April 2018.

Meskipun mendapatkan pemblokiran, Anda masih bisa mengirim SMS ke 4444 untuk pendaftaran. Anda juga maih bisa menggunakan katu untuk layanan data internet. Namun, jika hinga batas waktu 30 April Anda masih belum juga melakukan registrasi, maka bersiaplah pada tanggal 1 Mei 2018 Anda sudah tidak bisa menggunakan kart prabayar Anda sama sekali.

Kabarnya, hinga tanggal 28 Februari 2018 yang lalu jumlah pengguna prabayar yang telah melakukan registrasi telah mencapai 305.732.219 nomor. Dengan jumlah yang cukup banyak tersebut, pemerintah dalam hal ini Kominfo pun mengapesiasi partisipasi masyarakat terhadap kebijakan yang telah diberlakukannya. Kebijakan registrai ulang ini pun bertujuan semata-mata untuk melindungi para pengguna prabayar dari segala kejahatan yang kerap menggunakan nomor pabayar sebagai medianya.

Pada awal pemberlakuan registrasi ulang pada November 2017 yang lalu, berbagai isu memang sempat mengiringinya. Di mana, isu-isu tersebut membuat para pengguna prabayar ini menjadi ragu untuk melakukan registrasi ulang. Namun demikian, berita-berita hoax yang beredar tersebut akhirnya menghilang sendirinya dan kemudian mayarakat pun melakukan registrasi sesuai dengan ketentuan.

Pengguna kartu prabayar di Indonesia sendiri dikabarkan menjadi salah satu yang terbanyak di dunia, tak mengherankan jika kemudian Pemerintah dalam hal ini Kominfo memberlakukan kebijakan ini. Pasalnya, selama ini banyak kasus kejahatan yang memanfaatkan katu prabayar sebagai medianya. Beberapa diantaranya adalah penipuan, skimming dan bahkan pencurian data pengguna.

 





This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *